Rabu, 16 April 2014

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Software OpenSource

          Open Source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

          Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

         Software open source masih tetap terbaik. Banyak dari software tersebut memiliki fitur yang sebanding dengan software mahal seperti Visual Studio, dll. Kalaupun kita tidak menemukan fitur yang benar-benar lengkap dalam satu software, kita masih bisa menggunakan kombinasi dari dua atau lebih software karena tentunya tidak perlu mengeluarkan biaya apapun selagi menggunakan open source.

Lantas mengapa kita dianjurkan untuk menggunakan Software Open Source dalam membuat Software? Karena dengan Open Source, kita tidak perlu membuat segala sesuatunya dari awal. Kita bisa manfaatkan teknologi Open Source yang sudah ada, memodifikasi sesuai kebutuhan, dan mendisribusikannya selama tidak melanggar lisensi yang tertera. Dengan menggunakan Open Source, karya yang kita jual akan memiliki harga yang terjangkau. Jadi, penikmat karya kita bukan hanya kaum menengah ke atas, tapi juga masyarakat menengah ke bawah. Hal ini justru akan melejitkan kesuksesan kita. Jangan pernah berpikir bahwa dengan Open Source kita tidak akan bisa sukses. Lihat saja Google dan Facebook. Mereka menggunakan teknologi Open Source, tapi apakah mereka gagal dalam berbisnis?

Dengan menggunakan Software Open Source ini kebutuhan pengguna komputer dapat terpenuhi. sebagian besar pengguna komputer hanya menggunakan saja tidak perlu tahu cara membuat sebuah Software? dan umumnya tidak terlalu tahu banyak tahu tentang seluk beluk komputer. Bayangkan jika kita membeli produk Software berlisensi (berbayar) dari sebuah perusahaan. Dua tahun setelah membeli produk tersebut, pembuat produk (perusahaan tersebut) tiba-tiba kolaps (bangkrut). Bisnisnya hancur dan produksi pun berhenti. Tidak ada lagi dukungan, tidak ada lagi pembaharuan. Kita jadi kebingungan dan mau tidak mau membeli produk baru dari produsen/perusahaan lain. Mengapa harus membeli produk baru dari perusahaan lain? Karena kita tidak memiliki kode Program dari Software tersebut. Andai kita memiliki atau diberikan akses untuk membuka dan memperbaharui kode Program tersebut maka kita bisa meminta bantuan pihak lain untuk melanjutkan. Dengan demikian, kita tak perlu membeli produk baru. Dan kerugian yang dialami pembeli akan menjadi lebih minim. Sebagian besar produk Open Source memang gratis dan terbuka. Tetapi tidak seluruhnya. Beberapa vendor mewajibkan pengguna membeli produk karena yang ditawarkan sebenarnya bukan hanya produknya, melainkan juga layanan dan dukungan serta pelatihan dan sertifikasi. Hal ini biasa terjadi pada produk Open Source untuk kalangan bisnis seperti produk RedHat, SUSE dan lain sebagainya.

Selain itu jika kita menggunakan Software Open Source biasanya bersifat Cross Platform dan Compatible, contoh : NetBeans, Eclipse, Python & Perl, Apache PHP & MySQL, C++ Compiler, OpenOffice semuanya ada di Sistem Operasi Linux maupun Windows. Di sisi lain, Penggunaan Software Bajakan menggundang Penjahat Cyber (Cracker) untuk melakukan kejahatan dengan menyusupkan Software berbahaya (Virus/Trojan/Worm) ke Software Illegal/Bajakan (istilah dalam komputer : Crack atau Keygen) dan tentu saja hal tersebut bisa merugikan pengguna dari Software/Software tersebut. Terkadang keahlian kita akan terasah dengan memakai Software Open Source. Dari segi sistem operasi misalnya, saat memakai Windows versi apapun, kita tidak bisa melihat source atau melakukan modifikasi sampai tahap sistem. Sedangkan dengan menggunakan linux, kita bisa melihat source code dengan gamblang dan biasanya konfigurasi dilakukan manual melalui konsol. Lebih rumit memang, namun kita diajarkan untuk berfikir terstruktur dan logis sehingga mengasah kemampuan dalam problem solving dan lebih mengenal bagaimana suatu sistem operasi bekerja.
Adapun keuntungan dari penggunaan Open Source antara lain :


1. Lisensi Gratis, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan untuk pembelian lisensi Software. dan kita tidak lagi terikat pada satu vendor Software dan membeli lisensi.
2. Keberadaan Bug/Error dapat segera terdeteksi dan diperbaiki karena Software tersebut dikembangkan oleh banyak orang ataupun pemakai, karena secara tidak langsung telah dievaluasi oleh banyak pemakai (End-User).
3. Banyaknya tenaga (SDM) untuk mengerjakan & mengembakan proyek Open Source, karena biasanya proyek Open Source menarik banyak developer. Konsep dalam sebuah proyek Open Source adalah dikembangkan oleh banyak pengembang dan organisasi di seluruh dunia. Melalui komunitas besar dengan banyak konsep-konsep ini Software Open Source tumbuh menjadi standar internasional yang terbuka dan memiliki daya inter-operabilitas yang baik. Dan dalam proyek closed source atau tertutup, pengembangan dilakukan tertutup oleh vendor, sedangkan pada proyek Open Source banyak orang yang berpartisipasi mengembangkan fiturnya dan orang-orang ini bukanlah orang sembarangan melainkan mereka yang ahli dibidangnya. Hal ini memungkinkan peningkatan kualitas fungsional Software Open Source.
4. Pengguna dapat langsung ikut serta dalam pengembangan Program, karena pengguna memiliki source code.
5. Software dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari pengguna tanpa menyalahi EULA.
6. Cross Platform dan Kompatible, biasanya Software Open Source tersedia di berbagai Sistem Operasi contohnya : XAMPP (Software WebServer & Database Management) tersedia di Windows maupun Linux, NetBeans (Software untuk membuat Software Java & Java Mobile) tersedia di Windows maupun Linux, Eclipse (Software untuk membuat Software Android) tersedia di Windows maupun Linux, Compiere (Software ERP) tersedia di Windows maupun Linux, dan lain-lain.
7. Legal, dan tidak melanggar undang-undang hak cipta serta aman dari razia penggunaan dan pembajakan Software illegal.
8. Software Ope nSource bebas dari Malware (Virus/Worm/Trojan) dibanding Software Illegal hasil Crack, Patch ataupun dari Keygen.
9. Jika Software Open Sourceyang kita gunakan perusahaannya mengalami kebangkrutan, maka tidak menimbulkan kerugian materiil bagi pemakainya, lain halnya pada Software Komersiil, pasti pemakainya harus membeli Software baru.
10. Terkadang keahlian kita akan terasah dengan memakai Software Open Source.
11. Dapat menghasilkan produk yang tidak kalah bagus dengan hasil dari Software yang berlisensi. Jika dijual maka keuntungan dari penjualan produk lebih besar.
12. Sebagian Software Open Source tidak menguras sumber daya pemakaian komputer.


Disamping segudang kelebihan tersebut, juga terselip beberapa kekurangan dari Open Source ini, antara lain :

1. Memunculkan celah awal ketika sumbe code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
2. Masalah yang berhubungan dengan intelektual property. Pada saat ini, beberapa negara menerima Software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah Software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.
3. Kurangnya Sumber Daya Manusia yang dapat menggunakan dan memanfaatkan Open Source. Salah satu keuntungan utama dari gerakan adalah adanya ketersediaan code. Namun ketersediaan ini menjadi sia-sia apabila SDM yang ada tidak dapat menggunakannya, tidak dapat mengerti code tersebut. SDM yang ada ternyata hanya mampu produk saja. Jika demikian, maka tidak ada bedanya produk dan yang proprietary dan tertutup.
4. Tidak adanya perlindungan terhadap HAKI.
5. Perkembangan Software tergantug dari sekumpulam manusia itu sendiri.
6. Tidak ada garansi dari pengembangan, sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
7. Kesulitan dalam mengetahui status project : Tidak banyak iklan bagi Open Source Software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.
8. Tidak adanya proteksi terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)
Kebanyakan orang masih menganggap bahwa code merupakan aset yang harus dijaga kerahasiannya. Hal ini dikaitkan dengan besarnya usaha yang sudah dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. Karena sifatnya yang terbuka, dapat di-abuse oleh orang-orang untuk mencuri ide dan karya orang lain.


Rabu, 02 April 2014

Nintendo 3DS


Meskipun Nintendo 3ds sudah lama diluncurkan.

Tapi tidak ada salahnya saya memberikan sedikit ulasan tentang n3ds ini, mungkin saja ada yang mau membeli n3ds tp masih ragu-ragu sama performanya
Dan dengan membaca ulasan ini kalian jadi pengen membeli n3ds.

The History of 3DS
Nintendo adalah rajanya dunia handheld. Itu adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan. Hegemoni dari the big N di dunia konsol sempat patah di era 32 bit dan 128 bit saat Playstation dan Playstation 2 menguasai pasar (walau kini sudah direbut Nintendo kembali dengan Wii-nya) tetapi di dunia handheld tak satupun handheld mampu menyaingi alat-alatnya Nintendo.



Sejak Gameboy, Gameboy Color, Gameboy Advance, dan Nintendo DS, penantang silih berganti menghadapinya dengan spec yang lebih dahsyat hanya untuk takluk. Ingatkah kalian bagaimana Game Gear dari Sega menawarkan warna yang secara teknis jauh lebih superior dibanding Game Boy yang monokrom? Atau Wonderswan? Atau Atari Lynx? Semua disapu habis oleh Nintendo. Praktis satu-satunya handheld yang bisa berjaya di pasarnya sendiri adalah PSP dari Sony – walau tetap saja penjualannya tak bisa disejajarkan dengan Nintendo DS; 70 Juta Unit berbanding 150 Juta Unit!

Nintendo DS merupakan kisah yang teramat manis bagi Nintendo. Handheld satu ini semula diposisikan sebagai pilar ketiga mendukung Nintendo Gamecube dan Gameboy Advance saat diluncurkan di tahun 2004 dulu. Fiturnya yang menampilkan dua layar, touchscreen, sampai microphone dinilai sebagai fitur yang aneh bagi gamer-gamer di saat itu. Bahkan Nintendo sendiri sempat meragukannya sehingga GBA tetap dipasarkan.

Tak disangka dan tak dinyana, Nintendo DS mengawali fenomena game casual. Game-game sederhana sepertiNintendogs dan Brain Age menjadi fenomena yang luar biasa di tahun 2005 dan 2006, membawa semua orang jatuh cinta dan memainkan handheld milik Nintendo ini. Begitu besarnya sukses DS sampai-sampai Nintendo ‘menamatkan’ lini ‘Gameboy’ mereka yang dianggap terlalu kekanak-kanakan. Hey, they got ‘boy’ in the name after all. Nintendo DS mengubah lansekap gaming selamanya. Kalian jatuh cinta dengan game-game casual di Apple iPod dan Smartphone kalian lainnya? Jauh sebelum 2008 di mana iPod muncul, Nintendo melakukannya terlebih dahulu!

The New Challenger
Tujuh tahun dinilai sebagai Nintendo sebagai usia yang cukup lama bagi Nintendo DS. Saat keluar dulu DS bukanlah hardware yang paling unggul dalam hal teknis dan ketinggalan itu semakin kentara di jaman ini. Saya bermain Crysis 2dan memainkan Mario Kart DS. Rasanya seperti naik mesin waktu dan berputar balik ke jaman dulu. The fun is still there, but the graphic and sound is pathetic.
Dalam E3 2010 lalu Nintendo memperkenalkan kepada dunia handheld terbarunya. Sang Nintendo 3DS. Alat ini langsung mencuri hati semua pengunjung saat Nintendo mendobrak pasar membuktikan bahwa orang bisa menikmati visualisasi dalam 3D… tanpa kacamata 3D! Beberapa demo seperti remake Metal Gear Solid 3: Snake Eaterditambah dengan janji-janji titel besar ala Super Street Fighter IV dan Legend of Zelda: The Ocarina of Time 3Dmembuat gamer seperti kesurupan menantikan handheld baru ini.
 Dilihat dari hypenya… sepertinya Nintendo 3DS bakalan langsung memenangkan pertarungan handheld generasi ini lagi. Betul?
Ups. Tunggu dulu. Nintendo tidak bakalan semudah itu memenangkan pertarungan handheld generasi ini. Bahkan mereka belum tentu bisa menang!
Dunia handheld gaming saat ini adalah saat yang sangat berbeda dengan 2004 lalu. Dalam dua tahun terakhir popularitas dari casual gaming yang ditenarkan oleh Nintendo dimanfaatkan oleh seorang challenger yang tak terduga: iPod Touch dan iPhone. Dengan segudang game casual bercampur hardcore, device ciptaan Steve Jobs ini secara tak sengaja berubah menjadi kontender serius dunia handheld! Pun sang rival lama Sony telah belajar dari kekalahan mereka dan mempersiapkan sebuah handheld PS Vita yang secara kualitas jauh lebih superior dibandingkan 3DS.

Opening A Whole New Realm
Posisi Nintendo 3DS saat ini sebenarnya terjepit antara iPod Touch dan Vita. Di satu sisi pasar game casual Nintendo kini terakomodasi oleh iPod Touch dengan game-game yang harganya jauh lebih murah. Harga 1 – 5 USD tentu lebih menarik ketimbang software premium Nintendo yang berharga enam sampai delapan kali lipat! Sebaliknya Vita juga menjepit Nintendo pada game-game hardcore karena handheld yang jauh lebih powerful ketimbang Nintendo.

Lantas apa keunggulan Nintendo? Mereka mempertaruhkan segalanya di teknologi 3D. Nintendo 3DS memang memiliki kapasitas yang saat ini belum dimiliki oleh kedua kompetitornya itu. Dengan kemampuan menampilkan visualisasi 3D tanpa perlu memakai kacamata 3D, Nintendo 3DS menjadi obyek gadget yang menarik bagi para gamer.

Tapi pertanyaannya adalah apakah 3D sesuatu yang sepenting itu dalam game? E3 2010 tahun lalu merupakan puncak hype Nintendo 3DS dikarenakan publik Amerika juga sedang gila-gilanya dengan film 3D setelah boomingAvatar. Akan tetapi saat pasar dilimpahi dengan film-film 3D konsumen juga cepat belajar bahwa 3D bukanlah segalanya. Akankah hal yang sama terjadi pada Nintendo 3DS? Jangan-jangan dua tahun setelah sekarang 3D menjadi sesuatu yang uzur dan tidak in lagi sehingga Nintendo 3DS keok dalam persaingan? Atau justru Nintendo lagi-lagi merevolusi cara kita bermain dengan menambahkan kedalaman 3D di dunia gaming? Sungguh jawabannya sampai sekarang belum bisa dipastikan. Orang bebas berspekulasi, tetapi waktulah yang bakalan menentukan.

Kelemahan terbesar dari Nintendo 3DS bagi saya terletak pada jangka waktu permainannya. 3 jam untuk game berefek 3D dan 5 jam untuk yang berefek 2D. Huh? Yang benar saja Nintendo! Kenapa begitu singkat? Bukankah salah satu alasan kenapa Nintendo unggul dibanding pesaingnya adalah waktu batere yang jauh lebih panjang? Gameboy tidak unggul dari Game Gear hanya karena dukungan softwarenya. Nintendo DS tidak menang dari PSP juga dengan alasan yang sama. Mereka dipilih karena lama waktu bermain membuat mereka bisa mengisi waktu saat berpergian di bus atau MRT.

Nah. Bicara soal portabilitas dibawa ke bus dan MRT, 3DS juga bermasalah. Efek 3D yang merupakan daya tarik utamanya tidak bakalan berjalan lancar di tempat yang bergoyang-goyang. Efek 3D di 3DS mengijinkanmu sedikit menggoyangkan kepala atau badan tetapi begitu kepalamu terlalu melenceng maka efek tersebut bakal buyar. Bayangkan saat main di kereta atau bus yang bergoncang!.

Bundled Software
Nintendo 3DS memiliki beberapa fitur yang sudah terinstall di dalam hardwarenya, tanpa perlu memasukkan cartridge game apapun di dalamnya.
Di bawah adalah penjelasan singkat mengenai beberapa fitur unggulan dalam Nintendo 3DS:

1. StreetPass
Ini adalah salah satu fitur yang dibanggakan oleh Nintendo. Saat Nintendo 3DS statusnya kamu taruh pada Sleep Mode wi-finya sebenarnya tetap aktif. Bila kamu jalan-jalan dengannya dan tanpa sengaja berpapasan dengan pemilik Nintendo 3DS lain, secara otomatis kalian akan bertukar data identitas. Fitur ini cukup inovatif tetapi praktis tidak berguna kalau handheld ini tidak booming di masa depan.

2. Face Raiders
Pernah memainkan game Mosquito di Nokia dulu? Itu lo game yang ada nyamuk-nyamuk dengan menggunakan kamera? Konsep Face Raiders sama. Kamu memoto mukamu (atau muka temanmu) dan muka itu nanti akan diubah oleh software 3DS untuk jadi monster yang menyerangmu dari segala arah dalam 3D. Tugasmu adalah menembaki mukamu. Cukup lucu dan fun menyenangkan.

3. AR Games
AR di sini adalah singkatan dari Augmented Reality. Nintendo 3DS membundlemu dengan kartu AR yang harus kamu letakkan di atas meja. Saat kamu mengarahkan kameramu ke kartu tersebut mendadak obyek-obyek bisa muncul dari kartu tersebut. Fitur ini sebenarnya sangat sulit dideskripsikan. Satu-satunya yang bisa saya sarankan adalah coba sendiri! Bagiku pribadi ini adalah fitur paling orisinil dan inovatif dalam 3DS

4. 3D Video
Kendati fitur ini belum dioptimalkan di 3DS, potensinya ada. Nintendo sendiri sudah menunjukkan berbagai trailer filmTangledHow to Train Your Dragon, dan banyak lainnya di E3 2010 dulu. Di masa depan akan ada kerjasama antara Netflix (rental video online terbesar di Amerika) dengan Nintendo yang mengijinkanmu mengunduh film-film 3D dan menontonnya (tanpa pakai kacamata 3D!) di sistem portablemu.

The Future of 3DS
Sukses tidaknya Nintendo 3DS sebenarnya bergantung apakah ia bisa menerapkan Blue Ocean Strategy. Letak Nintendo 3DS sekarang jelas. Tombol D-Pad dan Circle Pad jelas membuat kontrol dalam 3DS lebih enak dibandingkan iPod. Akan tetapi harga game di iPod yang lebih murah, paling mahal 10 – 12 USD – itu pun jarang membuat gamer yang berkantong tipis mungkin meliriknya, memakan pasar Casual Games dari 3DS.
Sebaliknya Vita akan memiliki kualitas grafis yang lebih superior dibanding 3DS, tetapi belum kita ketahui bagaimana tahan baterenya. Boleh dibilang info mengenai NGP saat ini masih terlalu minim untuk dibandingkan secara langsung.
Toh, Nintendo sendiri punya beberapa senjata dalam gudang arsenalnya. Nintendo adalah pemilik beberapa nama paling tenar di dunia game. Jangan sebut dirimu gamer kalau tidak tahu nama macam Donkey Kong, Pikachu, Mario, Link, Zelda, Samus Aran, dan kawan-kawannya. Belum lagi franchise-franchise lama ala Pit dari Kid Icarus bakalan dibangkitkan kembali di sini. Pokemon Black & White yang diluncurkan bulan lalu terjual 2.6 Juta kopi hanya dalam dua hari… dan hingga hari ini ia sudah terjual sampai 5 juta kopi!.

Terlalu dini untuk menilai Nintendo 3DS akan sukses atau gagal di pasaran. Satu hal yang pasti, the big N saat ini pasti telah mempersiapkan iterasi berikutnya dari 3DS yang memiliki layar lebih besar dan usia batere yang lebih panjang!